rss

Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2011

Naqsh-i-Rustam, Tebing yang Disulap Menjadi Istana Oleh Kaisar Persia

Di sebelah utara dari kota kuno Persepolis di Iran terdapat sebuah tebing yang indah bernama Naqsh-i-Rustam. Pembangunan tebing sangat menakjubkan, sungguh mengherankan di jaman yang begitu kuno peradabannya, manusia sudah bisa membuat arsitektur bangunan seindah itu.



Istana tebing ini memiliki pintu besar untuk masuk di dinding tebing. Total ada 4 pintu masuk raksasa yang juga dikenal sebagai Persilangan Persia.

Hanabi Takai, Pesta Kembang Api Termegah di Jepang

Kembang api memang identik dengan hari-hari perayaan. Misalnya perayaan tahun baru, perayaan musim panas, dan perayaan lainnya. Dalam merayakan suatu hal, tak lengkap rasanya jika tidak disertai dengan kembang api.

Itulah yang dilakukan negara Jepang untuk merayakan pesta disertai dengan kembang api yang megah, dan Hanabi Takailah yang menjadi solusinya.


Jumat, 20 Mei 2011

Popsicle, Es Tangkai Termahal di Dunia

Sebuah hotel di Meksiko membuat es paling mahal di dunia. Es tangkai tersebut dijual dengan harga USD1,000 atau sekira Rp8,5 juta (Rp8,563 per dolar).

Es popsicle itu disajikan lewat tangkai plastik. Namun yang membuat es ini jauh lebih mahal dari es lainnya adalah bahan baku pembuat es tersebut. Demikian diberitakan News.com.au.


 

Penemuan 9 Makam Bangsa Wari Dekat Reruntuhan Machu Picchu

Siapa yang tidak mengenal kemahsyuran dan kemegahan peninggalan Peradaban Suku Inca. Ternyata ada Peradaban Suku lain yang menempati Pegunungan Peru sebelum mereka, yaitu Peradaban Wari.



Pegunungan Andes bulan Februari lalu mengungkap sebuah peradaban yang bermukim disana sebelum suku Inca. Peradaban Pra Hispanik, Suku Wari. Ini dibuktikan dengan penemuan situs arkeologi yang menggali sembilan kubur purba dari sisa-sisa peradaban mereka.

 

Rabu, 11 Mei 2011

Jaring Laba LAba 5 kali lebih kuat dari pada Serat Besi

Jika di rumah ada sarang laba-laba, coba perhatikan dengan saksama. Secara kasat mata sarang itu terbuat dari benang tipis. Namun, jangan remehkan kekuatannya. Dahsyat man!


Iseng-iseng, cobalah dekatkan jari tangan ke salah satu benang pembentuk sarang laba-laba. Lalu cobalah untuk memutuskan benangnya. Benang tipis itu tidak akan putus, tapi justru membelit jari tangan kita. Kekuatan benang itu baru terlihat manakala ada lalat atau serangga yang terbang hendak menerjangnya. Meski kecil, kecepatan terbang serangga itu tak bisa dibilang lambat. Namun, loloskah serangga itu? Bisa dijamin lalat atau serangga itu tak akan lolos dari jerat sarang laba-laba. Padahal, kalau dihitung dengan rumus momentum, beban yang diterima sarang itu pastilah tidak kecil.


Para ilmuwan sudah mengakui kekuatan jaring laba-laba. Benangnya lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Padahal, baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia. Selain itu, benang laba-laba memiliki gaya tegang 150.000 kg/m2. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban 150 mobil!
Seekor burung yang terjebak di jaring laba-laba


Kevlar kalah kuat

Kekuatan benang laba-laba merupakan teka-teki yang menarik untuk dipecahkan. Selama bertahun-tahun para peneliti berusaha untuk menguak rahasia kekuatan benang jaring laba-laba ini. Dalam Proceeding The National Academy of Science Amerika Serikat yang dipublikasikan Juni 2002 diungkapkan, pihak Angkatan Darat Amerika Serikat (AD AS) bekerja sama dengan para peneliti dari Universitas California Santa Barbara. AD AS tertarik dengan kekuatan benang laba-laba dan mencoba menggunakannya sebagai material untuk bahan rompi tahan peluru, baju tempur, tali-temali peralatan tempur, dan lain-lain.



Ilmuwan sendiri sudah mulai menggunakan benang laba-laba sebagai model untuk membuat kevlar, yakni bahan pembuatan jaket antipeluru. Peluru mempunyai kecepatan 150 m/detik dan dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya kecuali barang yang terbuat dari kevlar. Namun, benang laba-laba yang lebih tipis dari selembar rambut manusia dan lebih ringan dari kapas ini justru 10 kali lipat lebih kuat daripada kevlar.
27.5 gram beban mampu di tahan seutas benang laba-laba


Yang lain memfokuskan penelitian pada zat protein yang terkandung dalam serat yang dikeluarkan laba-laba untuk menjerat mangsanya yang terperangkap di dalamnya. Helen Hensma, peneliti utama riset dan ajun profesor bidang fisika Universitas California Santa Barbara mengungkapkan bahwa benang jaring yang dikeluarkan laba-laba merupakan material campuran. Bahan ini terdiri atas kristal dan sebagian lain bahan yang elastis. Tiap-tiap molekul tunggal memiliki kedua gabungan itu.


Menurut Kaplan, profesor teknik biomedis Universitas Tufts, protein untuk membuat jaring itu disimpan dalam struktur seperti sabun yang disebut pseudomicelle yang membuatnya berbentuk seperti agar-agar selama berada dalam kelenjar. Struktur setengah stabil itu menjaga agar protein tidak mengkristal terlalu cepat hingga saatnya dipintal.


Apabila waktu dan kekentalannya tepat, struktur yang terbentuk dalam kelenjar laba-laba dapat dengan mudah berubah menjadi serat yang kuat saat dikeluarkan sebagai jaring. Dalam proses ini, kandungan air merupakan hala yang sangat penting, karena pengkristalan yang terlalu dini bisa menyebabkan penyumbatan pada sistem pembuatan jaring di tubuh laba-laba.


Kaplan dan rekannya, Hyoung Joon Jin, mengamati bahwa laba-laba selalu mengontrol kecepatan larut, kekentalan, dan struktur protein dalam kelenjar pembuat jaringnya. Ketika kekentalan itu mencapai tingkat yang tepat, saat itu pula laba-laba memulai memintal jaringnya. Oleh karena itu mereka menyimpulkan, rahasia kekuatan jaring laba-laba terletak pada waktu pembuatannya.



Bagaimana proses protein mengatur susunan struktur sehingga berwujud benang serat laba-laba, menjadi titik fokus para peneliti di Universitas California Santa Barbara. Dengan menggunakan mikroskop atom dan perangkat molekul para peneliti berhasil mendapatkan petunjuk berharga dari pencitraan gambar dan pengangkatan molekul protein yang terjadi. Mereka mendapatkan gambaran bahwa proses penguraian molekul protein dari lipatan-lipatannya berjalan secara modular. Dalam kejadiannya terdapat ikatan mekanik yang terlepas jika sedang menerima beban dan kembali ke wujud semula ketika beban menghilang.


Tempat berkembang biak

Lalu, dari mana dan bagaimana sih benang laba-laba tadi? Jaring laba-laba dibuat oleh sebuah "alat" yang terletak di ujung ekornya. Alat ini merupakan saluran berbentuk silinder atau kerucut kecil yang jumlahnya bervariasi antara 1 - 4 pasang. Melalui lubang ini benang jaring-jaring dibuat dalam bentuk kelenjar, yang kemudian dikeluarkan sebagai benang-benang halus.


Ketika laba-laba membangun jaringnya, sebuah keajaiban nyata terjadi. Mula-mula laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara. Aliran udara akan membawa benang itu ke tempat tertentu sebagai tempelan benang. Setelah itu pekerjaan konstruksi jaring-jaring laba-laba pun dimulai. Sebuah jaring dapat dianyam selama satu jam atau lebih.


Ada dua benang yang membentuk jaring laba-laba. Yaitu benang yang lengket dan tidak lengket. Mula-mula laba-laba akan menarik benang yang kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar untuk mempersiapkan kerangka jaringnya dengan banyak jari-jari. Kemudian ditambahkan pula benang pijakan yang digunakan sewaktu memintal benang spiral. Untuk membuat benang spiral, ia menggunakan benang yang kendur dan lengket. Saat memintal benang spiral, laba-laba membuat pijakan. Pembuatan jaring-jaring akan selesai setelah benang spiral mendekati bagian tengah.


Laba-laba sangat tergantung pada jaring-jaring yang dibuatnya. Selain berfungsi sebagai perangkap mangsa, jaring-jaring itu digunakan untuk tempat berkembang biak. Dengan jaring-jaringnya, laba-laba dapat memangsa serangga yang terbang walaupun ia sendiri tidak bisa terbang. Laba-laba membungkus telurnya dalam kepompong yang terbuat dari pintalan benang-benang untuk melindunginya dari bahaya.


Laba-laba yang tidak memintal jaring menggunakan benang-benang untuk menempeli sarang persembunyian dan lorong-lorongnya. Benang-benang itu dibentangkan untuk mencegah agar tidak tertiup angin. Bentangan ini juga berfungsi untuk jalan bagi laba-laba jantan menuju laba-laba betina. Dengan begitu, benang-benang ini memiliki peran penting dalam ritual percumbuan dan perkawinan. Kebanyakan laba-laba jantan akan membuat semacam permadani sutra kecil untuk menyimpan sperma mereka.


Penelitian terhadap jaring laba-laba masih terus dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas teka-teki alam ini. Sedikit demi sedikit misteri kekuatan jaring laba-laba mulai terkuak. Suatu saat, bila kita dapat membuat jalinan sutera sekuat benang laba-laba, maka kita bisa menciptakan alat berkekuatan luar biasa.




source: http://www.artikelpintar.com

Rabu, 13 Oktober 2010

Kondisi Darah Manusia Ketika Berdoa, Sedih, Takut dan Jatuh Cinta

Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT (Emotional Freedom Techniques)untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa.

Pakar EFT yang bernama Dr. Felicy tersebut mengambil sampel darah seorang pasien bernama Rebecca, kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer.

Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Rebecca melakukan EFT dengan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT mengambil sampel darahnya.


Kondisi darah saat sedih,
Sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata


Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.



Kondisi darah saat merasakan cinta,
Sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul


Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.

Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat dan terlihat berjauhan. Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.

Kondisi darah saat merasa takut,
Sel darah bergerak tidak beraturan dan berjauhan dengan sangat cepat


Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”, yang dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara.

Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini,
“saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”
Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain.

Kondisi darah saat berdoa,
Timbul substansi putih berkilauan, darah bergerak pelan dan sangat teratur


Cairan darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.


Sumber :
indose7en.blogspot.com

Sabtu, 09 Oktober 2010

Binatang-Binatang Unik Selain Burung Yang Bisa Melayang

Bisa terbang mungkin memiliki manfaat, tetapi untuk kebanyakan hewan itu bukan pilihan. Tapi, jangan ketipu dengan nama-nama mereka yang kita anggap tidak bisa terbang.

1. Flying Frog

http://bioweb.uwlax.edu/bio203/s2009/houk_step/wallaces-flying-frog.jpg

Katak terbang mempunyai kaki berselaput dan penutup kulit yang memungkinkan untuk bergerak secara aerodinamis melalui pohon-pohon di hutan. Bahkan, katak terbang menghabiskan seluruh keberadaan mereka di pohon-pohon, hanya turun untuk kawin dan bertelur.
http://www.artglass-pottery.com/images/03979Frog.JPG

Katak terbang menyamarkan diri di daun lingkungan mereka, meminimalkan ancaman predator, dan memungkinkan mereka untuk berburu serangga.


2. Flying Fish

http://blogs.dispatch.co.za/dispatchnow/files/2008/01/flying-fish.jpg

Ditemukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip dada besar mereka untuk meluncur 50 meter di atas air ketika terancam oleh predator / pemangsa. Untuk mencapai udara, ikan terbang akan mengepakkan ekor mereka 70 kali per detik.
http://www.supiri.com/wp-content/uploads/2009/05/supiri_flying_fish_06.jpg

Ekor ini juga digunakan untuk menekan air untuk memungkinkan ikan ini meluncur beberapa saat di udara sebelum turun ke laut. Ikan terbang dapat lebih lama melayang di udara dengan meluncur mengikuti arus udara dan laut yang kuat.

3. Gliding Lizard

Kadal ini seperti makhluk naga yang legendaris hanya saja ia tidak menyemburkan api. Hewan ini mempunyai panjang hanya 9 cm, dengan ekor lebih panjang dari tubuhnya.

Kadal ini menggunakan penutup kulit di bawah lengannya yang memungkinkan untuk melayang dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya. Makanannya adalah serangga. Hidupnya selalu dia atas pohon, hanya ketika sudah menemukan pasangan saja, kadal ini meluncur turun ke dasar hutan untuk meletakkan telur-telurnya.

4. Gliding Ant


Semut ini sangat bergantung dari kecepatan angin dan udara untuk dapat melayang.
Namun mereka juga mampu menavigasi dengan baik dan dapat mengatur ke arah mana mereka akan melayang dan mendarat.

5. Squirrel Glider


Dianggap punah sejak tahun 1939, hanya saja baru-baru ini baru dikonfirmasikan bahwa tupai peluncur masih hidup, tinggal di hutan kering Selatan- Australia Timur. Tupai peluncur adalah poligami marsupial yang memakan buah-buahan dan kacang-kacangan, dan bersembunyi dari rubah dan burung hantu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqDu5O_FWem5B-OBK-Dyvkc2KYh2RVxFLQsMTSIBlSP2mJLe6o5Zk1dE-7PawR_54nu0OkkvENavMZNttcrVasI8d-f4qxno4Vl9ZQV_flQ5BCekIVpdguSN4oBTE8T9J7YNetqJCSBzxo/s1600/sugar-glider-1-330-astrodigi-790768.jpg


6. Flying Squid

http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01445/HumboldtSquid_1445724c.jpg

Ketika melarikan diri dari predator, cumi melompat terbang dari laut dan bisa tetap melayang di udara hingga beberapa meter. Untuk mencapai udara, cumi akan meniup keluar air untuk membawanya keluar dari laut.
http://landbase.hq.unu.edu/Symposia/2002Symposium/Presentations/Shibata_files/slide0028_image117.jpg

Karena itu cumi ini dianggap hewan-jet yang memiliki kemampuan mendorong seperti jet. Sirip kecilnya dapat membantu untuk memberikan keseimbangan selama meluncur.

7. Flying Snake


Tanpa sayap, sirip, atau anggota badan, ular terbang ini mampu pindah dari satu pohon ke [ohon lainnya dengan melompat dan melayang. Jadi, ketika di pohon, ular terbang ini bergerak ke ujung cabang.

Di sini, ia mengangkat tubuhnya, mengisap dalam-dalam perut dan tulang rusuk yang menonjol keluar sehingga berbentuk cekung. Lalu ia menghentakkan ekornya, ular terbang meluncur bebas di udara untuk mencapai cabang berikutnya.
http://ngm.nationalgeographic.com/google-earth/asia/images/rainforestgliders1.jpg

Ular terbang beracun, tinggal di Asia Selatan, dan sering menikmati mangsanya yang benar-benar bisa terbang seperti burung dan kelelawar.

8. Flying Lemurs

http://animal.discovery.com/tv/a-list/creature-countdowns/treehuggers/images/flying-lemur.jpg

Flying lemur, atau dikenal sebagai Flying lemur dari Filipina, memiliki kaki berselaput besar dan ekor kaki panjang, yang dihubungkan oleh membran pada anggota tubuh depannya.
http://www.lifeinthefastlane.ca/wp-content/uploads/2008/11/flying_lemur_1sfw.jpg

Makhluk malam ini dulu pernah di buru untuk di konsumsi sebagai salah satu menu makanan yang lezat, tetapi baru-baru ini telah diletakkan pada daftar spesies langka.

9. Flying Gecko

http://dsc.discovery.com/convergence/quest/borneo/field-guide/gallery/guide_gecko.jpg

Cicak terbang memiliki jarring-jaring dari membran meliputi tubuh mereka, yang memungkinkan mereka untuk melayang di udara dan melekat pada pohon sewaktu mendarat. Cicak terbang bergantung pada kamuflase untuk melindungi diri dari predator, seperti laba-laba besar.

Sumber :
forum.vivanews.com

Kamis, 02 September 2010

Serangga Purba Yang Masa Hidupnya Hanya 3 Jam

Palingenia Longicauda atau dikenal juga dengan nama Tisa’s Flower adalah suatu spesies serangga purba. Spesies serangga ini diperkirakan berasal dari 200 juta yang lalu. Salah satu tempat pemunculan serangga ini adalah di Tisa River.

Tisa River atau Sungai Tisa adalah salah satu suaka terakhir dimana setiap tahun serangga tersebut muncul dalam jumlah yang sangat besar. Hal tersebut merupakan sebuah tontonan yang langka, “wedding dance” di atas Sungai Tisa.


Hanya beberapa hari di bulan Juni setiap tahunnya (bahkan tidak setiap tahun) Tisa’s Flower lahir, ka’win, dan mati. Selama 3 jam segalanya akan berakhir, hidup yang sangat singkat. Serangga jenis ini tidak mempunyai mulut, mereka hidup hanya untuk ka’win lalu mati.

Hidup yang sangat singkat, tapi sangat indah Ini benar-benar pemandangan langka yang susah untuk diceritakan hanya melalui gambar atau kata-kata.
Sangatlah menarik untuk menyaksikan fenomena tersebut, yang merupakan salah satu fenomena terindah yang hanya berlangsung selama 5 hari saja di bulan Juni. Ribuan serangga ini terbang dengan semangatnya memenuhi seluruh sungai.

Serangga Palingenia Longicauda ini merupakan salah satu serangga “mayfly” yang terbesar di Eropa. Jenis serangga jantan panjangnya dapat mencapai 12 cm, dari kepala sampai ekor. Serangga ini berada pada masa larva selama 3 tahun. Selama 3 tahun tersebut, larva berada di dasar sungai.

Tetapi masa hidupnya sangat singkat yaitu 3 jam saja. Begitu lahir mereka tumbuh dewasa, berpasang-pasangan kemudian langsung mati. Serangga ini mempunyai sayap yang unik, sayap mereka akan berganti kulit setelah mancapai fungsi utamanya.


Tisa's Flower tumbuh dewasa hanya satu kali. Dan di saat pertengahan bulan Juni, pada pukul 5.00 – 6.00 PM, mereka akan menari-nari di atas sungai dalam kelompok yang besar. Kemudian mereka akan berganti kulit di atas pohon, di tanah, atau dimanapun tempat yang mereka hinggapi.

Fenomena tersebut dikenal dengan nama Tissa Blooming atau Pemekaran Tisa. Setelah mereka tumbuh dewasa secara penuh (setelah beberapa detik mereka berganti kulit), serangga jantan hanya memiliki beberapa jam saja untuk menemukan betina pasangan mereka dan berpsangan sebelum mereka mati.

Setelah berpasangan atau ka’win , serangga betina terbang menyusuri sungai untuk memastikan apakah telurnya sudah berada di dalam sungai dan jatuh ke dalam dasar sungai. Kemudian telur tersebut akan menjadi larva dalam waktu 45 hari dan akan menetas setelah 3 tahun.
Serangga ini merupakan serangga yang sensitive dengan polusi. Jika mereka berada di sebuah sungai, pastilah sungai tersebut merupakan sungai yang bersih. Disamping sebagai indicator lingkungan, serangga ini juga makanan yang bagus buat ikan, sehingga beberapa pemancing menggunakan serangga ini sebagai umpan pada pancing mereka.
Saat ini serangga Palingenia longicauda sudah punah di beberapa Negara Eropa dan hanya bisa ditemui di Serbia dan Hungaria

Minggu, 11 Juli 2010

Hewan-Hewan Yang Memiliki Kamuflase Sempurna Seperti Daun

1. Katydid (Belalang Daun)

Belalang "Daun-Layu" di bawah ini adalah makhluk yang menarik, dan evolusi seleksi alam telah memberkahi binatang ini dengan kemampuan untuk meniru daun yang layu untuk mengecoh pandangan pemangsa.






2. Kupu-Kupu Daun Mati

Kupu-kupu daun mati adalah makhluk luar biasa untuk diamati dari dekat. Spesimen di bawah ini mengilustrasikan rincian rumit yang didapat oleh adaptasi melalui seleksi alam, yang merupakan pendorong evolusi. Rincian luar biasa ini membantu kupu-kupu menghindari pemangsa dengan meniru daun yang mati.







3. Belalang Sembah

Belalang sembah mempunyai kamuflase yang sangat unik. Bukan hanya untuk mengecoh pemangsanya, tetapi ia juga sangat cerdik menipu calon mangsanya. Selain bentuk tubuhnya yang bisa menyerupai daun atau ranting, gerakan tubuhnya pun mengikuti gerakan ranting atau daun yang tertiup angin .








4. Phyllium Giganteum (dari indonesia )

Serangga ini memiliki tubuh yang memanjang, seperti tongkat dan sayap-sayap sangat menyusut atau sama sekali tidak ada. Serangga ini tidak mempunyai timpanum dan penghasil bunyi. Serangga ini pemakan tumbuh-tumbuhan yang bergerak lambat, biasanya terdapat di pohon-pohon atau semak-semak, dan aktif di malam hari (nocturnal).







5. Tokek Ekor Daun

Sering juga disebut tokek ekor setan. Tokek daun ini berasal dari Madagaskar. Tokek ini menggunakan ekornya untuk meniru daun atau kamuflase sebagai bentuk pertahanan diri.







6. Ikan Daun

Ikan dari sungai amazon ini benar-benar berbentuk seperti daun yang mati, mulai dari bentuk tubuhnya hingga gerakannya yang perlahan terombang-ambing mengikuti arus di permukaan sungai .

Ikan daun ini memangsa ikan-ikan yang lebih kecil dengan cara menarik perhatian mangsa melalui organ di dagunya yang menyerupai cacing. Apabila mangsa telah mendekat maka dengan super cepat (kurang dari seperempat detik) ia memanjangkan mulutnya, menghisap korban dan kembali ke posisi semula.



apakabardunia.com
 

view fried

iklan

make widget

get

Followers

Entri Populer

free counters